Home / Berita Komando / Prajurit Korem 121/Abw peringati Nuzulul Qur’an 1442 H/2021 M

Prajurit Korem 121/Abw peringati Nuzulul Qur’an 1442 H/2021 M

Sintang, Nuzulul Qur’an yang jatuh pada tanggal 29/4/2021 atau 17 Ramadhan merupakan peristiwa yang penting bagi umat muslim, yaitu Nuzulul Qur’an. Nuzulul Qur’an adalah turunnya kitab suci Al-Quran yang pertama kalinya, yang menjadi pedoman bagi umat muslim, untuk mengenang peristiwa tersebut prajurit Korem 121/Abw memperingatinya yang dilaksanakan di masjid Darul Muttaqin Korem 121/Abw, Kamis, 28/04/2021.
Namun, karena Ramadhan 2021 ini masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni masih dalam suasana pandemi, peringatan Nuzulul Qur’an mungkin tidak seramai biasanya. Tetap sesuai protokol kesehatan yaitu memakai masker, jaga jarak.
Peringatan Nuzulul Qur’an diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat Al-Qur’an, ceramah dan buka bersama serta dilanjutkan sholat Magrib berjamaah.
Dalam sambutannya Danrem 121/Abw yang diwakili Kasipers Kasrem 121/Abw Kolonel Arm Andi Winasis mengatakan,”
Nuzulul Qur’an merupakan tonggak sejarah bagi umat Islam. Merupakan suatu peristiwa pertama kali diturunkannya wahyu Allah SWT berupa Al-Qur’an yaitu Surah Al-Alaq ayat 1-5 kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi di Gua Hiro (Makah) pada malam ke-17 Ramadan. Ayat 1-5 Surat Al-Alaq, yang artinya “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.
Dalam peringatan Nuzulul Qur’an tahun 1442H mengambil tema “Aktualisasikan nilai nilai puasa Ramadhan, Nuzulul Qur’an dan Idul Fitri 1442H/2021 M ditengah Pandemi Covid-19 guna mewujudkan TNI kuat, solid, profesional dan dicintai rakyat”
Terkait tema tersebut diharapkan seluruh prajurit Korem 121/Abw bisa mengambil makna dari peringatan tersebut. Jadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum efektif solusi dalam mengatasi problem kehidupan. Dengan membaca dan memahami Al-Qur’an akan mengantarkan menjadi manusia yang lebih baik lagi, baik perkataan maupun perbuatan,” jelas Kasipers
Sementara itu Ust. Gufron pengasuh ponpes Baitul Qur’an Sintang sebagai pembicara menyampaikan,” Puasa dapat mengendalikan hafa nafsu, karena hafa nafsu merupakan sumber permasalahan, maka harus dikendalikan dengan cara berpuasa, dibulan Ramadhan tidak hanya ibadah berpuasa saja tetapi banyak ibadah yang lain yaitu sholat tarawih, Nuzulul Qur’an, Lailatul Qadar, zakat fitrah,” ungkapnya
Menurutnya, ada perbedaan antara Nuzulul Qur’an dengan Lailatul Qadar, meskipun keduanya juga dikaitkan dengan turunnya wahyu ayat Qur’an kepada Rasulullah.
Ust. Gufron mengatakan, Al-Quran itu turun tidak dalam satu waktu, melainkan dua waktu.
Pertama, Al-Quran diturunkan Allah dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia yang bernama Baitul ‘Izzah (Malam Lailatul Qadar).
Proses turunnya Al-Quran ke langit dunia ini pun hanya terjadi sekali saja.
Kedua, baru Allah menurunkan Al-Quran dari langit dunia kepada Rasulullah secara berangsur atau bertahap (Nuzulul Qur’an).
Proses turunnya Al-Quran ke langit dunia ini pun dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Qadr.
Allah SWT tidak menyebutkan secara jelas kapan tanggal diturunkannya Al-Qur’an ke Baitul ‘Izzah, hanya memberikan tanda-tandanya seperti surah di atas.
“Malam Lailatul Qadar ini malam yang dirahasiakan oleh Allah,” kata Ust.Gufron
Menurutnya, ada ulama-ulama yang mengatakan bahwa Malam Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil.
Ada pula yang mengatakan bahwa jika ingin mendapatkan Malam Lailatul Qadar, maka haruslah bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah Ramadhan pada malam pertama hingga akhir.
“Sementara di negara-negara lain seperti di Mesir, ambilnya malam 27 Ramadhan karena merujuk pada sebuah hadits yang menyebutkan malam Lailatul Qadar itu adalah malam turunnya Al-Quran terjadi pada malam 27 Ramadhan,” ucap ust Gufron
Hal ini berbeda dengan malam yang diperingati di Indonesia, di mana dirayakan setiap 17 Ramadhan.
Umat muslim di Indonesia memperingati malam turunnya Al-Quran yang kedua kalinya, yakni dari Baitul ‘Izah ke Rasulullah secara berangsur-angsur melalui Malaikat Jibril.
Inilah yang diperingati di Indonesia setiap 17 Ramadhan, yakni Malam Nuzulul Qur’an, bukan Malam Lailatul Qadar,” pungkasnya

About Redaksi Korem 121/abw

Check Also

KELUARGA BESAR KOREM 121/ABW MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES BRIGJEN TNI Dr. RONNY, S.A.P.,M.M.

Leave a Reply